Andai saja pesawat Garuda Indonesia No 389 yang membawa rombongan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Bandara King Abdul Azis ke Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten datang terlambat entah apa yang akan terjadi.
Tidak lama setelah pesawat mendarat, sekira pukul 13.50 WIB, salah seorang TKI overstayers yang tiba langsung dilarikan ke rumah sakit karena ingin melahirkan. Namun, belum diketahui TKI asal mana yang akan melahirkan tersebut.
Plt Deputi Bidang Perlindungan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Lisna Yukiani mengatakan, tidak lama setelah pesawat mendarat, TKI yang melahirkan tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit.
"Tadi memang ada satu TKI yang ingin melahirkan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit. Kami masih belum mengetahui identitas TKI yang ingin melahirkan tersebut. Karena itu bukan tugas BNP2TKI," ujarnya kepada okezone di Terminal II Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (24/2/2011).
Ditambahkan, selain satu TKI yang ingin melahirkan, ada dua TKI lainnya yang menderita sakit. Baik karena menderita reumatik dan trauma karena mendapatkan perlakuan kasar oleh majikan selama berada di Arab Saudi. Kedua TKI itu sudah dipulangkan ke kampung halamannya.
"Rata-rata TKI gelombang ke III ini merupakan TKI ilegal yang datang bekerja dengan menggunakan tiket umroh. Ada 178 orang dan 64 anak-anak yang diketahui menggunakan tiket umroh," jelasnya.
Para TKI ilegal itu, sambung Lisna, berangkat umroh dengan menggunakan jasa travel yang ada di daerahnya masing-masing. Mereka, rata-rata sudah tinggal di Arab Saudi selama bertahun-tahun.
(ful)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar